(2) Ita Apriliyani
(3) Arni Nur Rahmawati
*corresponding author
AbstractRisiko perilaku kekerasan merupakan salah satu masalah keperawatan jiwa yang sering terjadi dan sering kali menjadi alasan utama pasien dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Pasien dengan risiko perilaku kekerasan memerlukan intervensi keperawatan yang tepat untuk mencegah terjadinya tindakan agresif. Teknik relaksasi napas dalam adalah salah satu intervensi non farmakologis yang dapat membantu mengontrol emosi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan teknik relaksasi napas dalam untuk kontrol emosi pada pasien risiko perilaku kekerasan. Metode yang digunakan adalah studi kasus yang meliputi proses keperawatan mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Data diambil dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Intervensi yang diberikan adalah cara mengontrol emosi dari melakukan teknik relaksasi napas dalam sampai 5 benar obat. Hasil implementasi menunjukkan adanya penurunan tanda gejala risiko perilaku kekerasan secara signifikan. Teknik relaksasi napas dalam dapat menjadi intervensi yang efektif membantu pasien dengan risiko perilaku kekerasan. KeywordsRisiko Perilaku Kekerasan, Teknik Relaksasi Napas Dalam, Keperawatan Jiwa
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7194 |
Article metrics10.57235/qistina.v4i2.7194 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Atmojo, B. S. R., Widodo, W., Haryanti, W., Norma, C. A., & Arsyad, A. (2023). Mengontrol perilaku kekerasan dengan prinsip 5 benar minum obat. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 11(4), 903–908. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JKJ/article/view/13205
Go, K. V., & Crawford, P. (2022). Schizophrenia. American Family Physician, 106(4).
Jayanti, D. M. A. D., Budianto, I. W., & Laksmi, I. G. A. P. S. (2022). Pengaruh Teknik Relaksasi Pernafasan Dalam terhadap Perilaku Marah Pasien Skizofrenia di UPTD RSJ Provinsi Bali. Journal of Health (JoH), 9(1), 1–8. https://doi.org/10.30590/joh.v9n1.287
Madhani, A., & Kartina, I. (2020). Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien dengan Perilaku Kekerasan. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kusuma Husada Surakarta, 1–23.
Nasar, R., Mustafa, M., Angriani, S., & M, Y. (2023). Pemberian Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Menurunkan Emosi Pasien Dengan Risiko Perilaku Kekerasan Rumah Sakit Umum Daya Makassar. Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, 14(1), 64. https://doi.org/10.32382/jmk.v14i1.3326
Nursalam. (2015). Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional (Edisi 5). Jakarta: Salemba Medika
Pertiwi, S., Fitri, N. L., & Hasanah, U. (2023). Penerapan Relaksasi Napas Dalam Terhadap Tanda Dan Gejala Pasien Risiko Perilaku Kekerasan Di RSJ Daerah Provinsi Lampung. Jurnal Cendikia Muda, 3(4), 594–602.
Rosada, A., Roviyanti, F., Triani, E., Hafiz, H., Ramadani, H., Astika, N., & Sudereja, A. H. (2024). Terapi Relaksasi Nafas Dalam Pada ODGJ Yang Mengalami Perilaku Kekerasan Di Kota Bengkulu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(1), 185–187. https://doi.org/10.55606/jpmi.v3i1.3422
Sudia, B. T., Abdillah, H., & Hamidah, E. (2021). Aplikasi Terapi Relaksasi Nafas Dalam terhadap Pengontrolan Marah dengan Pasien Gangguan Jiwa Resiko Perilaku Kekerasan di Wilayah Desa Maleber Kabupaten Cianjur. Jurnal Lentera, 4(1), 1–5. https://doi.org/10.37150/jl.v4i1.1381
Wardiyah, A., Pribadi, T., & Yanti T, C. S. M. (2022). Terapi Relaksasi Napas dalam pada Pasien dengan Resiko Perilaku Kekerasan di Rs Jiwa Bandar Lampung. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 5(10), 3611–3626. https://doi.org/10.33024/jkpm.v5i10.7322
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Prasetyo Laksmana Wibowo, Ita Apriliyani, Arni Nur Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






















Download