(2) Fachroh Fiddin
*corresponding author
AbstractPerkembangan teknologi keuangan digital mendorong meningkatnya partisipasi generasi muda dalam investasi cryptocurrency yang berisiko tinggi dan fluktuatif. Penelitian ini menganalisis pengaruh financial experience terhadap keputusan investasi cryptocurrency generasi muda di Indonesia dengan overconfidence dan risk tolerance sebagai variabel mediasi. Menggunakan metode kuantitatif eksplanatori dengan survei daring pada 400 responden berusia 17–35 tahun, data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa financial experience berpengaruh signifikan terhadap overconfidence dan risk tolerance, namun pengaruh langsungnya terhadap keputusan investasi relatif lemah. Risk tolerance terbukti menjadi mediator yang lebih kuat dibanding overconfidence, menandakan bahwa kesiapan psikologis menghadapi risiko lebih berpengaruh daripada bias kepercayaan diri. Secara keseluruhan, perilaku investasi generasi muda lebih banyak ditentukan oleh toleransi risiko, sehingga edukasi keuangan dan kesadaran risiko perlu ditingkatkan untuk mendorong keputusan investasi yang lebih rasional. KeywordsCryptocurrency; Financial Experience; Overconfidence; Risk Tolerance; Keputusan Investasi
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/jerumi.v3i2.7495 |
Article metrics10.57235/jerumi.v3i2.7495 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Abdurohim, A., & Irfan, M. (2024). Cryptocurrency dan stabilitas sistem keuangan: Tinjauan literatur dampak, peluang, dan tantangan regulasi. Portfolio: Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, 5(1), 45–62.
Afrizal, M., & Marliyah, S. (2021). Cryptocurrency sebagai instrumen keuangan berbasis teknologi informasi. Jurnal Ekonomi Digital, 3(2), 101–115.
Alteza, D., & Harsono, B. (2021). Behavioral finance theory dan implikasinya dalam investasi. Jurnal Keuangan, 12(1), 33–47.
Angelina, D., Rahmawati, N., & Santoso, A. (2023). Literasi keuangan dan pengaruhnya terhadap keputusan investasi. Jurnal Akuntansi & Investasi, 24(2), 55–68.
Arikunto, S. (2016). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Ayu Wulandari, R. R., & Iramani, R. (2014). Financial experience dan risk tolerance investor muda. Jurnal Manajemen Keuangan, 9(1), 15–27.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). (2022–2024). Statistik aset kripto di Indonesia. https://bappebti.go.id/
Beatrice, A., Kartini, D., & Setiawan, A. (2017). Financial experience dan overconfidence dalam keputusan investasi. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, 19(2), 77–89.
Bleichrodt, H., & Wakker, P. (2015). Regret theory and decision under uncertainty. Journal of Risk and Uncertainty, 50(2), 81–98. https://doi.org/10.1007/s11166-015-9200-5
Chen, H., & Volpe, R. P. (2002). Gender differences in personal financial literacy among college students. Financial Services Review, 11(3), 289–307.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Danurwenda, A., & Suhartini, T. (2024). Pengambilan keputusan investasi cryptocurrency pada Generasi Z. Jurnal Ekonomi Bisnis, 8(1), 77–90.
DepositoBPR by Komunal. (2024). Dasar-dasar keputusan investasi: Return dan risiko. https://depositobpr.id
Fischhoff, B., Slovic, P., & Lichtenstein, S. (1977). Human judgment and decision making: Studies in risk assessment. Journal of Risk Analysis, 1(2), 83–96.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (9th ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hadhari, R., Pratama, Y., & Lestari, S. (2022). Overconfidence bias dan keputusan investasi kripto. Jurnal Keuangan Digital, 5(3), 144–160.
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Andover, Hampshire: Cengage.
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Hasanah, I., & Khusnudin, M. (2024). Risk tolerance dan pengaruhnya terhadap keputusan investasi cryptocurrency. Jurnal Ekonomi Syariah, 6(1), 35–49.
Hidayat, T., Oktaviano, A., & Baharuddin, N. (2023). Keputusan investasi berdasarkan literasi keuangan, pengetahuan investasi dan persepsi risiko. Journal of Science and Social Research, 4(2), 55–66.
Huda, N., Lake, Y., & Sitorus, D. R. H. (2023). Strategi investasi pada aset cryptocurrency. Moneter: Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 5(1), 77–94.
Joe, H., Ketchen, D., & Hair, J. (2021). Partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) techniques and applications. Journal of Business Research, 120, 25–39.
Jogiyanto, H. M. (2017). Teori portofolio dan analisis investasi (11th ed.). Yogyakarta: BPFE.
Juli, M., & Sadalia, I. (2021). Cryptocurrency: Media pertukaran alternatif dan implikasinya. Journal of Trends Economics and Accounting Research, 5(2), 12–23.
Ketchen, D. J. (2013). PLS-SEM in management research: Guidelines and applications. Academy of Management Journal, 56(4), 113–128.
Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of sample size in health studies. Chichester: John Wiley & Sons.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ningrum, A., Herawati, N., & Sinarwati, N. (2023). Pengaruh literasi keuangan, risk tolerance dan overconfidence terhadap pengambilan keputusan investasi cryptocurrency. Jurnal Akuntansi Profesi, 5(1), 25–40.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). Laporan perkembangan investor aset kripto Indonesia. Jakarta: OJK.
Perayunda, I. G. A. D., & Mahyuni, L. P. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan investasi cryptocurrency pada kaum milenial. Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 6(2), 90–104.
Ramadhan, F., & Kusairi, S. (2024). Financial experience, risk tolerance, dan keputusan investasi cryptocurrency. Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 12(1), 41–59.
Rolen, M., Kim, H., & Park, S. (2020). Financial experience and behavioral finance in young investors. International Journal of Finance, 15(2), 201–220.
Shleifer, A. (2003). Inefficient markets: An introduction to behavioral finance. Oxford: Oxford University Press.Slovic, P., Fischhoff, B., & Lichtenstein, S. (1980). Facts and fears: Understanding perceived risk. In R. Schwing & W. Albers (Eds.), Societal risk assessment: How safe is safe enough? (pp. 181–214). Boston, MA: Springer.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Telkom University. (2025). Keamanan blockchain dalam era digital. Bandung: Telkom University Repository.
Universitas Mahasaraswati Denpasar. (2023). Generasi muda Indonesia dan peran strategis menuju Indonesia Emas 2025. Denpasar: Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Wulandari, R. R. A., & Iramani, R. (2014). Pengaruh overconfidence dan risk tolerance terhadap keputusan investasi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 7(1), 55–66.
Zaki, M. Z. Z. B. N., Hakim, A., & Maulana, A. (2025). Tantangan dan strategi dalam manajemen risiko investasi cryptocurrency di Indonesia. Journal of Science and Social Research, 5(1), 120–135.
Zhao, L., & Zhang, Y. (2021). Financial experience and investment decision making. Journal of Behavioral Finance, 22(3), 201–217.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Susilawati Susilawati, Fachroh Fiddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




















Download