Analysis of Ombus-Ombus Gastronomy as Batak Traditional Culinary Heritage

Authors

  • Dea Lova Br Tarigan Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Amanda Lolita Florida Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Annisa Azalia Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Mutiara Dinda Azizah Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Jenri Parlinggoman Hutasoit Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Esi Emilia Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Reny Yuliana Siahaan Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8624

Keywords:

Ombus-Ombus, Etnogastronomi, Budaya, Ekonomi, Pariwisata

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ombus-ombus sebagai warisan kuliner Batak melalui pendekatan etnogastronomi yang mengintegrasikan aspek gastronomi, makna simbolik, serta peran sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif yang dilakukan di Siborongborong melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pelaku UMKM, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara gastronomi, ombus-ombus memiliki karakteristik khas berupa penggunaan bahan lokal sederhana, teknik pengolahan tradisional melalui pengukusan, serta penyajian unik dalam kondisi panas yang harus dihembuskan sebelum dikonsumsi. Dari aspek budaya, ombus-ombus dimaknai sebagai simbol kehangatan, kebersamaan, dan ungkapan rasa syukur, meskipun terdapat perbedaan persepsi di masyarakat yang menganggapnya sebagai makanan adat maupun sekadar camilan. Secara sosial, ombus-ombus berperan dalam mempererat hubungan masyarakat melalui konsumsi bersama dalam berbagai aktivitas, sedangkan dari aspek ekonomi, makanan ini menjadi sumber pendapatan bagi pelaku UMKM dan memiliki potensi sebagai daya tarik wisata kuliner. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan berbagai aspek dalam kajian etnogastronomi secara komprehensif. Ombus-ombus tidak hanya dipahami sebagai produk kuliner, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan pariwisata yang berkelanjutan.

References

Cristy, S. N., Chunliu, L., Studi, P., & Linguistik, I. (2023). Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa. In Sastra Indonesia dan Daerah (Vol. 14, Number 1).

Fitriani, B. M., Ardiansyah, D., Reynaldo, K., Febrianus, R., & Stefhanie. (2017). Ombus-ombus: Traditional food from Batak. Quest Journals Journal of Research in Humanities and Social Science, 5(10), 17–21.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2021). Laporan ekonomi kreatif Indonesia. Jakarta.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Naibaho, T., Sinaga, S. J., Simangunsong, V. H., & Sihombing, S. (2022). Eksplorasi kue tradisional Batak Toba terhadap konsep geometri. Jurnal Pendidikan Matematika: Judika Education, 5(1), 42–48.

Richards, G. (2012). An overview of food and tourism trends and policies. OECD.

Santich, B. (2004). The study of gastronomy and its relevance to hospitality education and training. International Journal of Hospitality Management, 23(1), 15–24.

Sitepu, M. R. (2024). Local Culinary Innovation In The Framework Of Increasing Tourist Visits In Pardinggaran Village, Toba District. In Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, Januari (Vol. 2024, Number 1). Retrieved https://e-journalbattuta.ac.id/index.php/jpm

Tambunan, T. (2019). UMKM di Indonesia: Perkembangan dan tantangan. Jakarta: LP3ES.

UNESCO. (2013). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. UNESCO.

Ariyani, D., et al. (2018). The effect of banana leaves on aroma and sensory quality of traditional steamed foods. Journal of Food Science and Technology, 55(4), 1234–1240.

Prescott, J. (2015). Multisensory processes in flavour perception. Food Quality and Preference, 41, 1–12. https://doi.org/10.1016/j.foodqual.2014.10.002

Sibarani, R. (2014). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.

Sibarani, R. (2017). Marsirimpa: Kearifan gotong royong pada masyarakat Batak Toba. Asosiasi Tradisi Lisan.

Sibarani, R. (2018). Local wisdom as a form of cultural identity in Batak society. International Journal of Linguistics, Literature and Culture, 4(3), 1–10.

Sims, R. (2016). Food, place and authenticity: Local food and the sustainable tourism experience. Journal of Sustainable Tourism, 17(3), 321–336. https://doi.org/10.1080/09669580802359293

Spence, C. (2017). Gastrophysics: The new science of eating. Viking.

Downloads

Published

2026-06-12

How to Cite

Dea Lova Br Tarigan, Amanda Lolita Florida, Annisa Azalia, Mutiara Dinda Azizah, Jenri Parlinggoman Hutasoit, Esi Emilia, & Reny Yuliana Siahaan. (2026). Analysis of Ombus-Ombus Gastronomy as Batak Traditional Culinary Heritage. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 5(1), 923–931. https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8624

Issue

Section

Articles

Citation Check