Analysis of Ombus-Ombus Gastronomy as Batak Traditional Culinary Heritage
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v5i1.8624Keywords:
Ombus-Ombus, Etnogastronomi, Budaya, Ekonomi, PariwisataAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ombus-ombus sebagai warisan kuliner Batak melalui pendekatan etnogastronomi yang mengintegrasikan aspek gastronomi, makna simbolik, serta peran sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif yang dilakukan di Siborongborong melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pelaku UMKM, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara gastronomi, ombus-ombus memiliki karakteristik khas berupa penggunaan bahan lokal sederhana, teknik pengolahan tradisional melalui pengukusan, serta penyajian unik dalam kondisi panas yang harus dihembuskan sebelum dikonsumsi. Dari aspek budaya, ombus-ombus dimaknai sebagai simbol kehangatan, kebersamaan, dan ungkapan rasa syukur, meskipun terdapat perbedaan persepsi di masyarakat yang menganggapnya sebagai makanan adat maupun sekadar camilan. Secara sosial, ombus-ombus berperan dalam mempererat hubungan masyarakat melalui konsumsi bersama dalam berbagai aktivitas, sedangkan dari aspek ekonomi, makanan ini menjadi sumber pendapatan bagi pelaku UMKM dan memiliki potensi sebagai daya tarik wisata kuliner. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan berbagai aspek dalam kajian etnogastronomi secara komprehensif. Ombus-ombus tidak hanya dipahami sebagai produk kuliner, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan pariwisata yang berkelanjutan.
References
Cristy, S. N., Chunliu, L., Studi, P., & Linguistik, I. (2023). Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa. In Sastra Indonesia dan Daerah (Vol. 14, Number 1).
Fitriani, B. M., Ardiansyah, D., Reynaldo, K., Febrianus, R., & Stefhanie. (2017). Ombus-ombus: Traditional food from Batak. Quest Journals Journal of Research in Humanities and Social Science, 5(10), 17–21.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2021). Laporan ekonomi kreatif Indonesia. Jakarta.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Naibaho, T., Sinaga, S. J., Simangunsong, V. H., & Sihombing, S. (2022). Eksplorasi kue tradisional Batak Toba terhadap konsep geometri. Jurnal Pendidikan Matematika: Judika Education, 5(1), 42–48.
Richards, G. (2012). An overview of food and tourism trends and policies. OECD.
Santich, B. (2004). The study of gastronomy and its relevance to hospitality education and training. International Journal of Hospitality Management, 23(1), 15–24.
Sitepu, M. R. (2024). Local Culinary Innovation In The Framework Of Increasing Tourist Visits In Pardinggaran Village, Toba District. In Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, Januari (Vol. 2024, Number 1). Retrieved https://e-journalbattuta.ac.id/index.php/jpm
Tambunan, T. (2019). UMKM di Indonesia: Perkembangan dan tantangan. Jakarta: LP3ES.
UNESCO. (2013). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. UNESCO.
Ariyani, D., et al. (2018). The effect of banana leaves on aroma and sensory quality of traditional steamed foods. Journal of Food Science and Technology, 55(4), 1234–1240.
Prescott, J. (2015). Multisensory processes in flavour perception. Food Quality and Preference, 41, 1–12. https://doi.org/10.1016/j.foodqual.2014.10.002
Sibarani, R. (2014). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
Sibarani, R. (2017). Marsirimpa: Kearifan gotong royong pada masyarakat Batak Toba. Asosiasi Tradisi Lisan.
Sibarani, R. (2018). Local wisdom as a form of cultural identity in Batak society. International Journal of Linguistics, Literature and Culture, 4(3), 1–10.
Sims, R. (2016). Food, place and authenticity: Local food and the sustainable tourism experience. Journal of Sustainable Tourism, 17(3), 321–336. https://doi.org/10.1080/09669580802359293
Spence, C. (2017). Gastrophysics: The new science of eating. Viking.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Dea Lova Br Tarigan, Amanda Lolita Florida, Annisa Azalia, Mutiara Dinda Azizah, Jenri Parlinggoman Hutasoit, Esi Emilia, Reny Yuliana Siahaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















