Analisis Pemanas Air pada Kompor–Panci Listrik sebagai Model Acuan Efisiensi Mesin Carnot Berdasarkan Pernyataan Hukum Kelvin–Planck

Authors

  • Adelyna Oktavia Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • M Reza Rafiqi Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Arif Nurniat Gulo Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Ica Agustriani Ge’e Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Afriza Riyanti Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Zakya Maulida Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Lima Sukria Muktar Dalimunthe Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Marito Marito Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Suci Rahmawati Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Suci Rahmawati Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Maijiah Sirait Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Amara Anastasya Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Syakila Maharani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7730

Keywords:

kompor listrik, efisiensi, Mesin Carnot, Kelvin–Planck, energi masuk–keluar, pemanasan air

Abstract

Perkembangan kompor listrik sebagai alat pemanas modern mendorong perlunya pemahaman tentang seberapa efisien alat ini mengubah energi listrik menjadi panas. Penelitian ini bertujuan mengukur energi listrik yang digunakan kompor listrik, menghitung panas yang diserap air, serta membandingkan efisiensi nyata sistem dengan efisiensi ideal Mesin Carnot sebagai acuan teoritis. Dari hasil percobaan, energi listrik masuk sebesar 81.000 J, sedangkan energi yang terserap air mencapai 71.615 J, menghasilkan efisiensi nyata sekitar 88%. Nilai ini jauh lebih besar dibandingkan efisiensi Carnot yang hanya sekitar 19%. Perbedaan tersebut sesuai dengan Hukum Kelvin–Planck yang menyatakan bahwa tidak ada mesin kalor yang dapat mencapai efisiensi 100%, dan kompor listrik memang bukan mesin kalor, melainkan alat yang langsung mengubah listrik menjadi panas. Temuan ini menunjukkan bahwa kompor listrik memiliki kinerja pemanasan yang sangat efektif, meskipun tetap terdapat sebagian energi yang hilang ke lingkungan.

References

Efendi, I. N., Isma, N. M., Silvia, M. K., (2023). Analisis Konsep Ipa Dalam Cara Kerja Kompor Listrik. Jurnal Pendidikan Sultan Agung JP-SA. 3(005).

Fauzie, M. A., Muin, A., Kohar, R., & V, R. M. (2023). Kaji Eksperimental Penggunaan Heater Listrik. Jurnal Desiminasi Teknologi. 11, 135–142.

Halawa, C., Bulan, H., Halawa, S., Informasi, T., Nias, U., Informasi, T., & Nias, U. (2024). Analisis Efesiensi Mesin Carnot Dalam Sistem. Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan Dan Teknik. 01(November), 44–49.

Nasution, A. O., Harahap, N., Putri, C. D., Arianti, R., & Arni, D. (2025). Studi Perbandingan Hukum Kedua Termodinamika Dalam Sistem Terbuka Dan Tertutup Comparative Study Of The Second Law Of Thermodynamics In Open And Closed Systems. 8(2), 1135– 1139. https://doi.org/10.56338/jks.v8i2.6783

Yaqin, M. K., (2017). Identifikasi Pemahaman Konsep Termodinamika Siswa Sma Di Kabupaten Jember. Jember.

Downloads

Published

2025-12-24

How to Cite

Nasution, A. O., Nasution, M. R. R., Gulo, A. N., Ge’e, I. A., Riyanti, A., Maulida, Z., … Maharani, S. (2025). Analisis Pemanas Air pada Kompor–Panci Listrik sebagai Model Acuan Efisiensi Mesin Carnot Berdasarkan Pernyataan Hukum Kelvin–Planck. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(2), 2521–2527. https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7730

Citation Check