Media dari Zaman Alkitab
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7695Keywords:
media Alkitab, komunikasi iman, gereja mula-mula, pendidikan Kristen, teknologi digitalAbstract
Media komunikasi telah menjadi bagian integral dalam sejarah pewartaan iman Kristen sejak masa Alkitab. Media yang digunakan pada zaman tersebut tidak berbentuk teknologi modern, melainkan dalam bentuk sarana-sarana Komunikasi sederhana seperti tradisi lisan, loh batu, gulungan kitab, surat-surat rasuli, tindakan simbolik, dan berbagai sarana komunikasi non-verbal lainnya. Melalui media tersebut, firman Allah diberitakan, diabadikan dan diwariskan lintas generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk media yang digunakan dalam konteks Alkitab, fungsi teologis dan praktisnya, serta relevansinya terhadap pemanfaatan media dalam pendidikan Kristiani dan kehidupan gereja modern. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan melakukan pengkajian terhadap sumber Primer dari teks Alkitab dna sumber buku, Jurnal Ilmiahm dan Literatur teologi yang relevan dengan pendekatan Historis - Teologis Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pada masa Alkitab memiliki fungsi strategis dalam mempertegas otoritas firman, menjaga keseragaman doktrin, serta membangun identitas umat Allah. Perkembanagan Pesat teknologi digital menghadirkan di lema ganda bagi Gereja, yaitu peluang dan tantangan dalam memanfaatkan media sebagai sarana pendidikan, penginjilan, dan pembentukan iman. Dengan pemahaman prinsip media dalam Alkitab, pendidik Kristen dan gereja dipanggil untuk menggunakan media secara etis, kreatif, dan bertanggung jawab selaras dengan nilai-nilai firman Tuhan. Studi ini menegaskan bahwa meskipun format dan teknologi media terus mengalami transformasi, fungsi media sebagai instrumen komunikasi firman Allah yang tetap bersifat relevan dan fundamental bagi pertumbuhan dan keberlangsungan iman Kristen sepanjang zaman.
References
Cecep Kustandi & Bambang Sutibjo, Media Pembelajaran Manual dan Digital (Bogor: Ghalia Indonesia, 2016).
Benny Hutahayan, kepemimpinan Spritual dan Media Sosial pada Rohani Pemuda, (Yogyakarta: Anggota Ikapi, 2019).
Christian Jonch, dua belas Langkah menafsirkan Alkitab secara utuh dan menyeluruh, (Jakarta: Anggota Ikapi, 2024).
Bruce, F. F, The New Testament Documents: Are They Reliable?, (Downers Grove: InterVarsity Press, 1982).
Ferguson, Everett, Backgrounds of Early Christianity, (Grand Rapids: Eerdmans, 1990).
González, Justo L, The Story of Christianity, Volume 1: The Early Church to the Dawn of the Reformation. (New York: HarperCollins, 2010).
Pelikan, Jaroslav, The Christian Tradition: A History of the Development of Doctrine, Vol. 1. (Chicago: University of Chicago Press, 1971).
Echols, John, Christian Education and Ethics, (Grand Rapids: Zondervan, 2008).
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2017).
Nasrullah, Rulli, Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2017)
Heinich, Robert, dkk, Instructional Media and Technologies for Learning, (New Jersey: Prentice Hall, 2002)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















