Mitologi Penamaan Masjid 60 Kurang Aso Dalam Perspektif Roland Barthes, Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7627Keywords:
Nama, Semiotika, Masjid, mitos, maknaAbstract
Nama adalah sebuah tanda linguistik, yang tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya sebuah makna. Yang selalu terjalin dengan konteks budaya, sejarah, dan nilai-nilai yang melingkupinya. Dalam studi Semiotika, nama menjadi sebuah jembatan pemahaman bagi masyarakat, dalam mengontruksi dan memaknai sebuah realitas. Masjid merupakan pusat peribadatatan dan sebagai sebuah simbol keagamaan. Di Solok Selatan tepat nya di Nagari Pasir Talang,terdapat sebuah masjid yang sangat mencuri perhatian. Masjid ini bernama “Masjid 60 kurang Aso”. Dari segi literatur nama ini berarti “Masjid Enam Puluh Kurang Satu”. Penamaan ini sekilas tampak sistematis, namun konon menyimpan berbagai lapisan makna serta terdapat sebuah mitos yang diyakini oleh masyarakat sekitar, tentang asal-usul penamaan masjid tersebut. Untuk mengupas makna di balik nama ini, penelitian ini akan menerapkan semiotika Roland Barthes, khususnya konsep denotasi, konotasi, dan mitos. Melalui kerangka Barthes, kami akan menganalisis bagaimana nama "60 Kurang Aso" tidak hanya merujuk pada fisik bangunan, tetapi juga membangun dan mereproduksi sistem makna, nilai, serta mitos yang signifikan bagi masyarakatnya. Analisis ini diharapkan memperkaya pemahaman semiotika nama tempat, khususnya dalam konteks keagamaan dan warisan budaya Indonesia.
References
Bagus, L. (2000). Kamus Filsafat. Gramedia Pustaka Utama.
Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang.
Kris, M. (2004). Semiotika Budaya: Teori dan Aplikasi. Pustaka Pelajar.
Saussure, F. de. (1988). Course in General Linguistics. Open Court.
Vera, N. (2014). Semiotika dalam Riset Komunikasi. Ghalia Indonesia.
Bandala Kun. (n.d.). KAPARATAIAN ADAT DAN LIMBAGO PADA MASYARAKAT MINANGKABAU. https://bandalakun.wordpress.com/
https://www.kompasiana.com/gapey-sandy
https://halaltourism.visitbeautifulwestsumatra.id/masjid-60-kurang-aso/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















