Mitigasi dan Moderasi dalam Kebijakan Komunitas Platform Media Sosial untuk Penanganan Revenge Porn sebagai Kekerasan Berbasis Gender Online di Indonesia

(1) * Arief Rahman Hakim Mail (STMIK Pesat Nabire, Indonesia)
(2) Aisyah Septianingsih Mail (STMIK Pesat Nabire, Indonesia)
(3) Alvonsius Bambang Hidayat Mail (STMIK Pesat Nabire, Indonesia)
(4) Jendy Payung Mail (STMIK Pesat Nabire, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Revenge porn adalah bentuk kekerasan berbasis gender online (KBGO) merupakan ancaman serius terhadap keamanan digital dan kesetaraan gender di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kebijakan komunitas dan mekanisme moderasi platform media sosial dapat berperan dalam mitigasi dan pengendalian revenge porn. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari berbagai sumber, termasuk Komnas Perempuan, Cyberpsychology, dan The Guardian (2025). Analisis dilakukan secara tematik dengan menggunakan teori feminisme radikal MacKinnon, performativitas Butler, teknologi empatik Turkle, dan pendekatan kolaboratif Henry-McGlynn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kebijakan moderasi konten, teknologi deteksi cepat (AI), dan kolaborasi multi-stakeholder mampu meningkatkan pelaporan konten berbahaya hingga 25% dan menurunkan tingkat trauma korban hingga 15%. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan komunitas yang berperspektif gender, harmonisasi lintas platform, serta penguatan literasi digital masyarakat. Implikasi temuan ini menyoroti urgensi membangun ruang digital yang lebih aman, adil, dan bebas dari dominasi patriarki.


Keywords


Revenge Porn, Kekerasan Berbasis Gender Online, Moderasi Konten, Feminisme Digital, Kebijakan Media Sosial

   

DOI

https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7447
      

Article metrics

10.57235/qistina.v4i2.7447 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Butler, J. (1990). Gender trouble: Feminism and the subversion of identity. Routledge.

Cyberpsychology. (2023). Artikel tentang psikologi digital dan kekerasan online. Cyberpsychology: Journal of Psychosocial Research on Cyberspace. Retrieved from https://cyberpsychology.eu/article/view/13890

Henry, N., & McGlynn, C. (2021). Digital gender sexual violations: Violence, technologies, motivations. Routledge. Retrieved from https://www.routledge.com/Digital-Gender-Sexual-Violations-Violence-Technologies-Motivations/Hall-Hearn-Lewis/p/book/9780367686116

Indonesia.go.id. (2024). Sanksi untuk platform digital yang gagal hapus konten pornografi anak. Retrieved from https://indonesia.go.id/kategori/sosial-budaya/8974/platform-digital-yang-gagal-hapus-konten-pornografi-anak-terancam-sanksi-berat

International Journal of Law and Information Technology. (2023). Kebijakan platform global. Retrieved from https://academic.oup.com/ijlit/article/31/3/171/7273696

Jurnal Unissula. (2024). Kajian hukum dan gender di Indonesia. Retrieved from https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ldj/article/view/34575

Komnas Perempuan. (2024). Kerja sama dengan Meta dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Retrieved from https://komnasperempuan.go.id/kabar-perempuan-detail/komnas-perempuan-bahas-tindak-lanjut-kerja-sama-penghapusan-kekerasan-terhadap-perempuan-dengan-meta

Kompas. (2025, May 14). Pernyataan Menkomdigi: Platform harus jadi yang pertama takedown konten negatif. Kompas.com. Retrieved from https://nasional.kompas.com/read/2025/05/14/15255831/menkomdigi-platform-harus-jadi-yang-pertama-takedown-konten-negatif

Konde. (2023). Kampanye kesadaran digital: Marak kasus kekerasan berbasis gender online, mari saling jaga di platform digital. Konde.co. Retrieved from https://www.konde.co/2023/06/marak-kasus-kekerasan-berbasis-gender-online-mari-saling-jaga-di-platform-digital/

Lex Renaissance. (2023). Analisis regulasi media sosial. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/Lex-Renaissance/article/view/21749

MacKinnon, C. A. (1987). Feminism unmodified: Discourses on life and law. Harvard University Press.

Narasi TV. (2024). Hotline ancaman revenge porn. Retrieved from https://narasi.tv/read/narasi-daily/hotline-ancaman-revenge-porn

Springer. (2013). Kajian kekerasan berbasis gender. SpringerLink. Retrieved from https://link.springer.com/book/9783032006134

The Guardian. (2025, February 25). Ofcom calls on tech firms to step up action against revenge porn. The Guardian. Retrieved from https://www.theguardian.com/society/2025/feb/25/ofcom-calls-on-tech-firms-to-step-up-action-against-revenge-porn

Time. (2015, March 12). Twitter bans revenge porn. Time Magazine. Retrieved from https://time.com/3741592/twitter-bans-revenge-porn/

Turkle, S. (2011). Alone together: Why we expect more from technology and less from each other. Basic Books


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Arief Rahman Hakim, Aisyah Septianingsih, Alvonsius Bambang Hidayat, Jendy Payung

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.