Bonus Demografi Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Authors

  • Nasrullah Hidayat Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Munzir Phonna Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Fitrah Maya Sari Hasugian Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Maya Wulandari Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Sarah Bakara Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Tina Angelia Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetbus.v3i1.8618

Keywords:

bonus demografi, pertumbuhan ekonomi, sumber daya manusia, tenaga kerja, Indonesia.

Abstract

Bonus demografi merupakan kondisi ketika proporsi penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif sehingga menciptakan peluang bagi percepatan pertumbuhan ekonomi. Indonesia saat ini berada dalam fase bonus demografi dengan proporsi penduduk usia produktif mencapai 69,4 persen dan angka beban ketergantungan sebesar 44,05. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme bonus demografi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, mengidentifikasi tantangan struktural yang menghambat pemanfaatannya, serta merumuskan arah kebijakan yang diperlukan untuk mengoptimalkan peluang tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui studi literatur dengan memanfaatkan berbagai sumber ilmiah, laporan lembaga nasional maupun internasional, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bonus demografi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan jumlah tenaga kerja produktif, peningkatan tabungan masyarakat, dan akumulasi modal manusia. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya kualitas sumber daya manusia, dominasi sektor informal, pengangguran, ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri, serta ketimpangan pembangunan antarwilayah. Pengalaman negara-negara Asia Timur menunjukkan bahwa keberhasilan pemanfaatan bonus demografi sangat bergantung pada investasi pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja produktif, dan reformasi kelembagaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Indonesia perlu memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan memperluas kesempatan kerja agar bonus demografi dapat menjadi pendorong utama menuju Indonesia Emas 2045.

References

Achmad, D., Suryanto, T., & Handayani, R. (2024). Struktur demografi dan pertumbuhan ekonomi di negara berkembang: Sebuah analisis ekonometrik. Jurnal Ekonomi dan Populasi, 10(2), 110–127.

Azzahra, N. F., & Kurniawan, B. (2023). Pendidikan vokasi dan link-and-match dalam menjawab tantangan pasar kerja. Jurnal Pendidikan dan Ketenagakerjaan, 11(3), 142–158.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.

Bloom, D. E., Canning, D., & Sevilla, J. (2003). The demographic dividend: A new perspective on the economic consequences of population change. RAND Corporation.

Hardianto. (2021). Investasi sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, 13(1), 45–57.

Harvard Ministerial Leadership Program. (2020). Achieving the demographic dividend. Harvard University.

Mason, A., & Lee, R. (2006). Reform and support systems for the elderly in developing countries: Capturing the second demographic dividend. GENUS, 62(2), 11–35.

Nainggolan, F. A., & Budiman, M. A. (2024). Analisis potensi dan resiko bonus demografi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia, 6(2), 95–104.

Purwati, W. D., & Prasetyanto, P. K. (2022). Analisis pengaruh bonus demografi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. JURNAL ECONOMINA, 1(3).

Qomariyah, N., Ningtyas, J. D. A., Tamara, K., & Ismanto, K. (2023). Analisis peluang dan tantangan adanya bonus demografi di tahun 2045 terhadap perekonomian Indonesia. Sahmiyya: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2(1).

Sagara, R., Setiawan, A. H., Almuzafir, & Purnawan, E. (2025). Dinamika kependudukan dan ketenagakerjaan: Tantangan dan kebijakan berkelanjutan untuk Indonesia. Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora, 11(1), 317–329.

Satyahadewi, N., Amir, A., & Hendrianto, E. (2023). Proyeksi peningkatan perekonomian melalui pemanfaatan bonus demografi 2040. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 6(2), 715–725.

United Nations Department of Economic and Social Affairs. (2022). Frontier technology issues: Harnessing the economic dividends from demographic change. UN DESA Policy Brief.

United Nations Population Fund. (2022). State of world population 2022: Seeing the unseen – The case for action in the neglected crisis of unintended pregnancy. UNFPA.

Williamson, J. G. (2013). Demographic dividends revisited. Asian Development Review, 30(2), 1–25.

World Bank. (2019). Demographic dividend: Operational tool for pre-dividend countries. World Bank Group.

Downloads

Published

2026-06-16

How to Cite

Nasrullah Hidayat, Munzir Phonna, Fitrah Maya Sari Hasugian, Maya Wulandari, Sarah Bakara, & Tina Angelia. (2026). Bonus Demografi Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi. Journal of Education Transportation and Business, 3(1), 49–57. https://doi.org/10.57235/jetbus.v3i1.8618

Issue

Section

Articles

Citation Check