Musik dan Kesehatan Mental: Manfaat, Risiko, dan Kompleksitasnya

Authors

  • Lorenza Hulu Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Ruben Putra Setiawan Lumban Gaol Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Daniardo Sinaga Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Ivan Deo Damanik Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Ruth Sahanayah Siregar Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetbus.v3i1.8598

Keywords:

Musik, Kesehatan Mental, Regulasi Emosi, Terapi Musik, Psikologi Musik

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap peran musik dalam mendukung kesehatan mental, namun masih terdapat perbedaan temuan mengenai manfaat dan risiko keterlibatan musik terhadap kondisi psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan antara musik dan kesehatan mental dengan meninjau manfaat, risiko, serta kompleksitas yang melatarbelakanginya. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal nasional dan internasional, serta artikel akademik yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis, mengurangi kecemasan, membantu regulasi emosi, serta mendukung proses terapeutik pada berbagai gangguan mental. Namun, penggunaan musik yang tidak tepat juga dapat memperkuat perilaku ruminatif dan meningkatkan kerentanan psikologis pada individu tertentu. Selain itu, faktor genetik, neurobiologis, dan lingkungan sosial berperan penting dalam menentukan dampak musik terhadap kesehatan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan antara musik dan kesehatan mental bersifat kompleks, multidimensional, dan tidak dapat dipahami melalui hubungan sebab-akibat yang sederhana. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan pendekatan longitudinal dan integratif untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan tersebut secara lebih mendalam.

References

American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (7th ed.). https://doi.org/10.1037/0000165-000

Fancourt, D., & Finn, S. (2019). What is the evidence on the role of the arts in improving health and well-being? A scoping review. World Health Organization Regional Office for Europe.

Thayer, J. F., Newman, M. S., & McClenny, L. M. (2003). Self-regulation of mood: The role of music. Psychology of Music, 31(2), 221-236. https://doi.org/10.1177/0305735603031002294

Biasutti, M., & Mangiacotti, A. (2019). Music training improves depressed mood symptoms in elderly people: A randomized controlled trial. International Journal of Aging and Human Development. https://doi.org/10.1177/0091415019893988

Carr, C., Odell-Miller, H., & Priebe, S. (2013). A systematic review of music therapy practice and outcomes with acute adult psychiatric in-patients. PLoS ONE, 8(8), e70252. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0070252

Castillo-Pérez, S., Gómez-Pérez, V., Velasco, M. C., Pérez-Campos, E., & Mayoral, M. A. (2010). Effects of music therapy on depression compared with psychotherapy. The Arts in Psychotherapy, 37(5), 387–390. https://doi.org/10.1016/j.aip.2010.07.001

Fancourt, D., Perkins, R., Ascenso, S., Carvalho, L. A., Steptoe, A., & Williamon, A. (2016). Effects of group drumming interventions on anxiety, depression, social resilience and inflammatory immune response among mental health service users. PLoS ONE, 11(3), e0151136. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0151136

Golden, T. L., Springs, S., Kimmel, H. J., Gupta, S., Tiedemann, A., Sandu, C. C., & Magsamen, S. (2021). The use of music in the treatment and management of serious mental illness: A global scoping review of the literature. Frontiers in Psychology, 12, 649840. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.649840

Miranda, D. (2019). The emotional bond between neuroticism and music. Psychomusicology: Music, Mind, and Brain. https://doi.org/10.1037/pmu0000250

Miranda, D., & Blais-Rochette, C. (2018). Neuroticism and emotion regulation through music listening: A meta-analysis. Musicae Scientiae. https://doi.org/10.1177/1029864918806341

Mosing, M. A., Pedersen, N. L., Madison, G., & Ullén, F. (2014). Genetic pleiotropy explains associations between musical auditory discrimination and intelligence. PLoS ONE, 9(11), e113874. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0113874

Mulder, J., Ter Bogt, T. F., Raaijmakers, Q. A., Gabhainn, S. N., Monshouwer, K., & Vollebergh, W. A. (2009). The soundtrack of substance use: Music preference and adolescent smoking and drinking. Substance Use & Misuse, 44(4), 514–531. https://doi.org/10.1080/10826080802347596

Theorell, T. P., Lennartsson, A. K., Mosing, M. A., & Ullén, F. (2014). Musical activity and emotional competence – a twin study. Frontiers in Psychology, 5, 774. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2014.00774

Weinberg, M. K., & Joseph, D. (2017). If you’re happy and you know it: Music engagement and subjective wellbeing. Psychology of Music, 45(2), 257–267. https://doi.org/10.1177/0305735616659552

Downloads

Published

2026-06-16

How to Cite

Lorenza Hulu, Ruben Putra Setiawan Lumban Gaol, Daniardo Sinaga, Ivan Deo Damanik, & Ruth Sahanayah Siregar. (2026). Musik dan Kesehatan Mental: Manfaat, Risiko, dan Kompleksitasnya. Journal of Education Transportation and Business, 3(1), 20–27. https://doi.org/10.57235/jetbus.v3i1.8598

Issue

Section

Articles

Citation Check