Olahraga Sebagai Instrumen "Soft Power" dan Legitimasi Kekuasaan: Analisis Politik Kebijakan Olahraga Nasional

Authors

  • Yan Indra Siregar Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Putra Arima Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Ririn Idamanta Br Sembiring Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Putri Nadila Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Ronald Gunawan Sihotang Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Febrindo Gratama Purba Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Boy Neza Sembiring Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Andriano Gulo Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Juner Sinaga Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Gabriel B Sinaga Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Rendi Marselo Surbakti Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Brema Valentino Sebayang Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jetbus.v3i1.8499

Keywords:

Kebijakan Olahraga, Soft Power, Legitimasi Kekuasaan, Politik Olahraga, Hegemoni

Abstract

Olahraga sering kali dipandang sebagai ranah yang netral dan bebas dari kepentingan politik. Namun, dalam perkembangannya, olahraga bertransformasi menjadi instrumen strategis bagi pemegang otoritas untuk memperkuat pengaruh dan posisi tawar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kebijakan olahraga nasional digunakan sebagai instrumen soft power sekaligus alat legitimasi kekuasaan oleh pemerintah. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis kebijakan, penelitian ini membedah dinamika politik di balik alokasi anggaran, pembangunan infrastruktur megah, dan narasi prestasi atletik yang diproduksi oleh negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesuksesan di arena olahraga tidak hanya berfungsi mendongkrak nasionalisme, tetapi juga secara efektif digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari isu-isu krusial, membangun citra positif rezim, dan memperkuat hegemoni politik di tingkat domestik maupun internasional. Kebijakan olahraga nasional pada akhirnya kerap kali menjadi cerminan dari kepentingan elite penguasa untuk mengamankan stabilitas kekuasaan mereka.

References

Black, D. (2007). The symbolic politics of high-profile international sport: South Africa and the World Cup. Sport in Society, 10(2), 261-276.

Gramsci, A. (1971). Selections from the Prison Notebooks. London: Lawrence & Wishart.

Grix, J., & Carmichael, F. (2012). Why do governments invest in elite sport? A London 2012 case study. International Journal of Sport Policy and Politics, 4(1), 73-90.

Grix, J., & Houlihan, B. (2014). Sports mega-events as part of a nation's soft power strategy: The cases of Germany (2006) and the UK (2012). British Journal of Politics and International Relations, 16(4), 572-596.

Houlihan, B. (191). The Government and Politics of Sport. London: Routledge.

Nye, J. S. (2004). Soft Power: The Means to Success in World Politics. New York: PublicAffairs

Downloads

Published

2026-06-16

How to Cite

Yan Indra Siregar, Putra Arima, Ririn Idamanta Br Sembiring, Putri Nadila, Ronald Gunawan Sihotang, Febrindo Gratama Purba, … Brema Valentino Sebayang. (2026). Olahraga Sebagai Instrumen "Soft Power" dan Legitimasi Kekuasaan: Analisis Politik Kebijakan Olahraga Nasional. Journal of Education Transportation and Business, 3(1), 16–19. https://doi.org/10.57235/jetbus.v3i1.8499

Issue

Section

Articles

Citation Check