Sistem Pendidikan Pesantren Ar Raudlatul Hasanah Dalam Mengembangkan Karakter Sosial

(1) * Taufik Hidayat Sitorus Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Elwantria Sihombing Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(3) Rahmatullah Nainggolan Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(4) Hidayat Hidayat Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam 1. Sejarah dan latar belakang pendirian pesantren Ar Raudlatul Hasanah 2. Sistem pendidikan pesantren Ar Raudlatul Hasanah dalam mengembangkan karakter sosial 3. Model pembelajaran yang digunakan pesantren dalam pengembangan karakter sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengurus yayasan pesantren, tenaga pendidik, santri, alumni dan orang tua santri, serta dokumentasi terkait kurikulum dan kegiatan santri. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah dan latar belakang pendirian pesantren berawal dari keinginan masyarakat Payabundung untuk mendirikan institusi pendidikan Islam yang mampu menghasilkan santri yang memiliki tidak hanya ilmu agama namun juga pengetahuan umum yang mumpuni. Selanjutnya hasil penelitian menunjukkan sistem pendidikan yang digunakan dalam pengembangan karakter sosial mulai dari sistem rekrutmen santri dan tenaga pengajar yang ketat, kurikulum integrative dalam pengembangan karakter sosial, peran guru dan tenaga pendidik dalam pengembangan karakter sosial, peran organisasi santri (OPRH) dan kegiatan ekstrakurikuler, serta pola kehidupan asrama sebagai media pengembangan karakter sosial. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa model pembelajaran yang digunakan pesantren dalam mengembangkan karakter sosial yaitu, model pembelajaran melalui keteladanan, model pembelajaran melalui pembiasaan, model pembelajaran melalui kegiatan kolektif dan partisipatif. serta model pembelajaran yang mengembangkan karakter sosial melalui dinamika kehidupan santri di asrama. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah memiliki sejarah pendirian pesantren yang berangkat dari keinginan masyarakat akan hadirnya pesantren, kedua pesantren memiliki sistem pendidikan yang terstruktur dalam mengembangkan karakter sosial yang terdiri dari, sistem rekrutmen santri dan tenaga pengajarnya, memiliki kurikulum yang integratif menggabungkan pembelajaran formal, diniyah, serta kemampuan Bahasa Arab dan Inggris, memiliki sistem yang memaksimalkan peran guru dan tenaga pendidik sebagai teladan dan role model dalam mengajarkan nilai-nilai karakter sosial, mengoptimalkan peran organisasi santri dalam membentuk karakter sosial santri, serta sistem kehidupan asrama yang berfungsi sebagai media pengembangan karakter sosial santri di pesantren Ar Raudlaltul Hasanah.


Keywords


Pesantren, Karakter Sosial, Ar Raudlatul Hasanah

   

DOI

https://doi.org/10.57235/jerumi.v3i2.7351
      

Article metrics

10.57235/jerumi.v3i2.7351 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Abdullah. 2022. “Lingkungan Pesantren Dan Pembentukan Karakter Santri.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 10(2):45–58.

Andrianto, S. R. (2022). Pembentukan Karakter Berbasis Pendidikan Pesantren. Fitrah : Journal of Islamic Education, 176-190.

Azra, Azyumardi. (2003). Pendidikan Islam: Tradisi Dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. 5th ed. Jakarta: Logos.

Bandura A. (1977). Social Learning Theory. New York : Prentice Hall

Baso, A. (2010). Asal-Usul Pesantren dan Pembemtukan Karakter Nusantara: Kajian Teks dan Sejarah “Pesantren dan Kebudayaan”. Yogyakarta: Lesbumi PWNU Yogyakarta dan Diandra Kreatif

Dedik. (2015). Budaya Organisasi Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar Raudlatul Hasanah Paya Bundung Medan. Journal Analytica Islamica, 323-350.

Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Dudin, A. (2018). Studi Santri Asing Di Pesantren Ar Raudlatul Hasanah Medan. Dialog, 181-198.

Fahham, A. M. (2013). Pendidikan Karakter di Pesantren . Journal DPR RI, 29-45.

Funk, Rainer. 1998. “Erich Fromm’s Concept Of Social Character.” Social Thougt & Research 21(1–2):215–229.

Geertz, C. (1981). Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya

Haryanto, M. (2020). Pengembangan Karakter Sosial melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat . Journal of Social Education, 123-140.

Hasan. 2015. “Dinamika Pendidikan Di Pesantren Modern: Studi Kasus Pondok Pesantren Modern Gontor".” TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam 8(1):23–39.

Hidayatullah. (2010). Pendidikan Karakter: Teori dan Aplikasinya dalam Pendidikan Islam. Malang: UIN Malang Press.

Kemendikbud. (2017). Modul Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Lickona, T.. (1992) Educating for Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility. New York : Bantam Books

Madjid, N. (2013). Bilik-bilik Pesantren sebuah potret perjalanan. Jakarta: Paramadina.

Mastuhu. (1994) Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS

Moleong. (2016). Metodologi Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nata , A. (2005). Manajemen Pendidikan: Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana

Nihwan, Muhammad. 2019. “Tipologi Pesantren (Mengkaji Sistem Salaf Dan Modern).” JPIK 2(1):59–81.

Nurmayani. 2015. “Implementasi Kurikulum Dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Di Pesantren Ar Raudlatul Hasanah Medan Sumatera Utara.” School Education Journal PGSD FIP UNIMED 3(2):1–13.

Rahman. 2020. “Integrasi Pendidikan Islam Dan Umum Di Pesantren Ar Raudlatul Hasanah.” Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer 12(3):89–102.

Sholeh, M. (2020). Pengaruh Teknologi Terhadap Karakter Santri. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 76-90.

Siregar, M. A. (2018). Sejarah Perkembangan Sistem Pendidikan Islam di Pesantren Ar Raudlatul Hasanah Kota Medan. JUSPI : Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 113-123.

Sirozi, M. (2004). Kontroversi Pemikiran Pendidikan Islam. Jakarta: Rajawali Press

Steenbrink, K. A. (1986). Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Moderen. Jakarta: LP3ES.

Susanti, Salamah Eka. 2022. “Konsep Pendidikan Karakter Dalam Pemikiran Thomas Lickona ‘Strategi Pembentukan Karakter Yang Baik.’” Jurnal Pendidikan Dan Sosial Budaya 2(5):19–34.

Syaifuddin. 2019. “Metode Pembelajaran Berbasis Interaksi Sosial Dalam Pendidikan Islam.” Jurnal Pedagogik Islam 11(2):33–47.

Syamsuddin. 2021. “Experiential Learning Dalam Pendidikan Pesantren.” Jurnal Pendidikan Islam Digital 9(4):12–27.

Tilaar, H.A.R. (2000). Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Zarkasyi, A. (2018). Kurikulum Pendidikan Pesantren. Bogor: Ghalia Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Taufik Hidayat Sitorus, Elwantria Sihombing, Rahmatullah Nainggolan, Hidayat Hidayat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.