Perlawanan Rakyat Sumatera Utara Terhadap Kolonialisme Belanda

(1) * Rosmaida Sinaga Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Dewi Br Siagian Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(3) Anzelina Cristiani Berutu Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(4) Klara Minar Sari Nainggolan Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(5) Amelia Purba Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(6) Reva Natasya Br Sebayang Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(7) Jeim's Keyhezkiel Iberena Putra Sitepu Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(8) Fransiscus Ricardo Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Perlawanan rakyat di Sumatera Utara terhadap kolonialisme Belanda merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dinamika perlawanan rakyat di berbagai daerah, termasuk perlawanan politik dan kultural di Tanah Batak melalui media pers Soara Batak, perjuangan fisik Angkatan Gerilya Sipirok (AGS) di Tapanuli Selatan, serta pergolakan politik pasca- penyerahan Jepang di Sulawesi sebagai perbandingan regional yang memberikan konteks bagi dinamika perjuangan di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode historis yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan rakyat Sumatera Utara tidak hanya bersifat militer, tetapi juga mencakup aspek politik, sosial, dan budaya yang saling berkaitan dalam menolak upaya kolonialisme Belanda.


Keywords


Perlawanan rakyat, Sumatera Utara, kolonialisme Belanda, Soara Batak, Angkatan Gerilya Sipirok

   

DOI

https://doi.org/10.57235/jerumi.v3i2.7154
      

Article metrics

10.57235/jerumi.v3i2.7154 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Adam, A. (2003). Sejarah Pers di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Azhari, I. (2023). Soara Batak: Koran Perlawanan Rakyat Batak di Era Kolonial Periode (1919– 1932). Universitas Negeri Medan. DOI: 10.14710.

Castles, L. (2001). Tapanuli: Sejarah dan Perubahan Sosial. Jakarta: LP3ES. Harvey, B. (2010). Tradisi dan Politik Lokal di Indonesia. Leiden: KITLV Press.

Kahin, G. M. (2013). Nationalism and Revolution in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press. Margana, S., dkk. (2017). Revolusi Kemerdekaan dan Dinamika Politik Indonesia.

Nadjamuddin, L., Akbar, A. A., Perkasa, A., Wargadalem, F. R., & Lumangino, W. D. (2022). Menolak Kembalinya Pemerintahan Kolonial Belanda: Pergolakan Politik Pasca Penyerahan Jepang pada Gerakan Kemerdekaan di Sulawesi, Indonesia. Histories, 2(4), 426–438.

Notosusanto, N. (1978). Metodologi Sejarah. Jakarta: UI Press.

Priyono, C. D. (2020). Perjuangan Angkatan Gerilya Sipirok (AGS) dalam Perang Kemerdekaan di Tapanuli Selatan (1949–1950). Jurnal Education and Development, 8(1), 413–421. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan.

Reid, A. (2011). Menuju Sejarah Sumatra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Ricklefs, M. C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200–2008. Jakarta: Serambi.

Sihombing, M. (2008). Sejarah Batak dan Perlawanan terhadap Kolonialisme. Medan: USU Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Rosmaida Sinaga, Dewi Br Siagian, Anzelina Cristiani Berutu, Klara Minar Sari Nainggolan, Amelia Purba, Reva Natasya Br Sebayang, Jeim's Keyhezkiel Iberena Putra Sitepu, Fransiscus Ricardo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.