Pembuatan Bubur Tempe Sebagai Salah Satu Penanganan Diare pada Balita
DOI:
https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i1.1574Keywords:
Bubur Tempe, Diare, Tumbuh Kembang, Nutrisi AnakAbstract
Menurut WHO (2018), dikatakan diare bila keluarnya tinja yang lunak atau cair dengan frekuensi tiga kali atau lebih sehari semalam dengan atau tanpa darah atau lendir dalam tinja. Sedangkan menurut Depkes (2019), diare adalah buang air besar lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih dari tiga kali atau lebih dalam sehari. Diare merupakan penyebab kematian balita nomor dua di dunia (16%) setelah pnemonia (17%). Kematian pada anak-anak meningkat sebesar 40% tiap tahunnya yang disebabkan diare (WHO, 2009 dalam zainul, 2017). Faktor utama penyebab diare pada bayi adalah berat badan lahir, status gizi, status imunisasi campak, riwayat pemberian zinc, pola pemberian ASI, pemahaman dan pengetahuan ibu dengan kebiasaan mencuci tangan dan faktor sanitasi lingkungan yang kurang baik. Metode lain untuk menangani penyakit diare yaitu dengan mengkonsumsi bubur tempe. Bubur tempe dipercaya dapat mempersingkat durasi diare akut dan juga mempercepat pertumbuhan berat badan pada anak. Tempe sebagai bahan dasar pembuatan bubur dipilih karena tempe merupakan bahan pangan tradisional yang mudah didapat dan murah, tempe mengandung komponen fungsional probiotik dan prebiotic, serat larut, asam lemak omega 3 polyunsarated, konjugasi asam linoleat, antioksidan pada tanaman, vitamin dan mineral, beberapa protein, peptide dan asam amino seperti phospholipid. Permasalahan mitra dari hasil observasi diperoleh bahwa sebagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan tentang pembuatan bubur tempe sebagai penanganan diare. Mayarakat tidak tahu bahwa tempe merupakan bahan makanan tinggi protein yang dapat mempersingkat durasi diare pada anak. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat mitra adalah (1) Belum memiliki pengetahuan mengenai pembuatan bubur tempe, (2) Belum mengetahui keterampilan tetang pembuatan bubur tempe. Tujuan pengabdian ini adalah (1) Meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pembuatan bubur tempe, (2) Meningkatkan keterampilan ibu dalam pembuatan bubur tempe. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah (1) Memberikan edukasi pada ibu mengenai bubur tempe, (2) Mengajarkan ibu dalam pembuatan bubur tempe. Kegiatan pengabdian ini melibatkan mahasiswa sebagai wujud dukungan terlaksananya implementasi tugas Mata Kuliah Praktikum Keperawatan Anak. (1) Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu di Desa Sorogenen RT 05, RW 05, Jagalan Jebres Surakarta, (2) Publikasi pada jurnal nasional pengabdian masyarakat.
Downloads
References
Agustina, B. (2021). Asuhan Keperawatan Pada Anak D Dengan Diare Dan Pengaruh Pemberian Bubur Tempe Terhadap Penurunan Frekuensi Bab Di Kecamatan Sipora Utara Tahun 2021. scholar.unand.ac.id. http://scholar.unand.ac.id/93679/
Aulia, H. D., Ariyani, H. N., Anggraini, I., & Safitri, I. N. (2020). Bubur Tempe. Pdfcoffe.Com. https://pdfcoffee.com/bubur-tempe-4-pdf-free.html
Darmita, D. (2017). Pengaruh Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Formula Tempe Terhadap Frekuensi BAB pada Anak Diare Usia 6-24 Bulan di RSUD Syekh Yusuf. core.ac.uk. https://core.ac.uk/download/pdf/198220252.pdf
Dewi, I. S., Maryatun, M., & Rahmasari, I. (2017). Penerapan Pemberian Bubur Tempe Terhadap Penurunan Frekuensi Diare Pada An. A Dengan Diare Di Kelurahan Desa Sindon Ngemplak. eprints.aiskauniversity.ac.id. http://eprints.aiskauniversity.ac.id/395/
Fitri, N. L., & Risdiana, R. (2022). Pengaruh Pemberian Diet Bubur Tempe Terhadap Frekuensi dan Konsistensi Bab pada Balita dengan Diare Di Puskesmas Bahagia Bekasi Tahun 2022. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(4), 406–412. https://doi.org/10.31004/JPDK.V4I4.5248
Hayati, I. N. (2020). Media Dan Metode Penyuluhan Yang. Academia.Edu. https://www.academia.edu/9670292/Media_Dan_Metode_Penyuluhan_ Yang
Hidayat, A. A. A. (2012). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Salemba Medika.
Kecamatan Jebres Dalam Angka 2023. (2023). BPS Surakarta. https://surakartakota.bps.go.id/publication/2023/09/26/568d9517ff4b50627c69246d/kecamatan-jebres-dalam-angka-2023.html
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Situasi Penyakit Diare di Indonesia. https://www.kemkes.go.id/article/view/13010200028/diare.html
Kosasih, C., Sulastri, A., Suparto, T. A., & Sumartini, S. (2018). Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Diare Pada Anak Usia Balita Di Kelurahan Padasuka. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 1(2), 86. https://doi.org/10.17509/JPKI.V1I2.9746
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. In Jakarta: Rineka Cipta.
Saputri, N., & Astuti, Y. (2019). No TitleHubungan Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Bernung. Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Bernung., 10, 101–110.
Soetjiningsih. (2017). Tumbuh Kembang Anak. EGC.
WHO, 2009 dalam zainul, 2017
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.












