Makna Simbolik Tradisi Besuapi di Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat: Perspektif Antropologi Budaya

Authors

  • Engga Lestari Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia
  • Febri Yulika Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/aurelia.v5i1.7960

Keywords:

Tradisi Besuapi, makna simbolik, Antropologi Budaya, interpretatif simbolik

Abstract

Skripsi ini mebahas Makna Tradisi Besuapi di Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat. Latar belakang penelitian ini merupakan salah satu tradisi budaya lokal yang masih di pertahankan masyarakat Nagari Taluk. Tadisi ini tidak hanya sebagai ritual tetapi mengandung makna simbol budaya yang di wariskan secara turun-temurun. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis makna simbolik yang terkandung dalam tradisi besuapi. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Antropologi Budaya dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan mengunakan analisis perspektif interpretatif simbolik Clifford Geertz. Hasil penelitian bahwa bagian dari pulut, wajik, nasi tumpang, ikan sepat laut, dadiah, manisan, penyaram, pisang, jeroan dan telur memiliki makna tersendiri. Kesimpulan bahwa tradisi besuapi bukan hanya ritual tetapi nilai-nilai adat, agama, dan kebersamaan menjadi identitas masyarakat Nagari Taluk.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Esten, Mursal. 1993. Minangkabau: Tradisi dan Perubahan. Padang: Angkasa Raya.

Geertz, C. (1992). Tafsir kebudayaan (F. B. Hardiman, Penerj.). Yogyakarta: Kanisius.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Mesra, M. (2011). Pohon Pisang Sebagai Ikon Budaya Visual Dalam Adat Istiadat Di Kabupaten Padang Lawas Utara, Tinjauan Terhadap Makna Dan Perubahannya. Jurnal Bahas Unimed, (82), 75653.

Nurwani, Dr. 2017. Perempuan Minangkabau dalam Metafora Kekuasaan: Suatu Kajian Mengenai Usaha dan Hambatan dalam Mendapatkan Kedudukan Kepemimpinan Politik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sulaeman, Y. (2024). Tradisi Tarkam: Membaca Al-Qur’an Di Makam (Studi Living Qur’an Di Kelurahan neroktog kecamatan Pinang Kota Tangerang) (Doctoral dissertation, Institut PTIQ Jakarta).

Salleh, N., Sabah, U. M., Inai, N. N., Magiman, M. M., & dan Pengurusan, J. S. S. (2021). Ritual Serarang: Analisis Hidangan Makanan Sebagai Simbol Komunikasi Bukan Lisan Masyarakat Melanau Likow di Dalat, Sarawak. Sarawak serarang ritual: analysis of food dishes as a symbol of non-verbal communication of the melanau likow, 9, 118-13.

Downloads

Published

2026-01-31

Citation Check