Analisis Wacana Ekolinguistik pada Berita Banjir Bandang di Sumatra

Authors

  • Filomena Nova Julianti Sinurat Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Tesalonica Evelin Br Sitorus Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Kezia Tarila Rubina Br Sitepu Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Chintiah Lafaezah Dihaloho Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/arrumman.v3i1.8569

Keywords:

Ekolinguistik, Analisis Wacana, Banjir Bandang, Lingkungan, Media Online

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana ekolinguistik pada berita banjir bandang di Sumatra yang dipublikasikan media daring. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Data penelitian berupa teks berita berjudul “Bencana Banjir Bandang Sumatra, Pakar UGM Sebut Akibat Kerusakan Ekosistem Hutan di Hulu DAS” yang diterbitkan pada situs resmi Universitas Gadjah Mada. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan kajian pustaka. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui analisis tekstual, konteks, dan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam berita merepresentasikan hubungan erat antara kerusakan lingkungan dan terjadinya banjir bandang di Sumatra. Pilihan kata seperti “kerusakan ekosistem” dan “hutan di hulu DAS” memperlihatkan kritik terhadap aktivitas manusia yang merusak lingkungan. Selain berfungsi menyampaikan informasi, bahasa media juga membangun kesadaran ekologis masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Penelitian ini memperkuat kajian ekolinguistik dalam analisis media daring terkait isu bencana lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astawa, G, I. (2025). “Molly” dalam teks berita media online: Analisis metafora dan framing perspektif ekolinguistik kritis. Sintesis, 19(1), 15-30.

Fredyansyah, L, M., Hidayatullah, S. (2023). Personifikasi Dalam Kumpulan Puisi Pada Akun Twitter @Chairulanwardua. Jurnal Diksatrasia, 7(2).

Habsy, B. A., Mufidha, N., Shelomita, C., Rahayu, I., & Muckorobin, M. I. (2023). Filsafat dasar dalam konseling psikoanalisis: Studi literatur. Indonesian Journal of Educational Counseling, 7(2), 189–199.

Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode penelitian kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).

Lahaji, AMF, Basid, A., & Munjiah, MR (2025). Representasi Alam Pada Film Mansoer Karya Rashed Al Harmoodi: Kajian Ekolinguistik. A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 14 (1), 190-204.

Laili, E. N. (2013). Disfemisme pada wacana lingkungan: Sebuah kajian ekolinguistik kritis dalam media massa di Indonesia. Mabasan, 7(2), 47–58.

Mantiri, G. J. M., & Handayani, T. (2018). Dampak ekologis penggunaan kalimat indikatif pada media massa online Papua: Tinjauan ekolinguistik kritis. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 7(2), 146–163. https://doi.org/10.26499/rnh.v7i2.607

Nugroho, A. (2025, 1 Desember). Bencana banjir bandang Sumatra, pakar UGM sebut akibat kerusakan ekosistem hutan di hulu DAS. Universitas Gadjah Mada.

Rahmah, N. M., Setiawan, H., & Maspuroh, U. (2022). Analisis deiksis dalam berita bencana alam pada media daring Sindonews. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(3), 13845–13851.

Rijal, S. (2019). Pemberitaan media online tentang Kaltim Green: Kajian ekolinguistik kritis. Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti), 385–398. Universitas Mulawarman.

Subiyanto, A. (2013). Ekolinguistik: Model analisis dan penerapannya. Humanika, 18(2). Universitas Diponegoro.

Downloads

Published

2026-06-12

How to Cite

Filomena Nova Julianti Sinurat, Tesalonica Evelin Br Sitorus, Kezia Tarila Rubina Br Sitepu, & Chintiah Lafaezah Dihaloho. (2026). Analisis Wacana Ekolinguistik pada Berita Banjir Bandang di Sumatra. AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation, 3(1), 180–186. https://doi.org/10.57235/arrumman.v3i1.8569

Issue

Section

Articles

Citation Check