Peran Konseling Perkembangan Dalam Penguatan Regulasi Diri Individu Populasi Khusus

Authors

  • Yolanda Ayu Kirana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
  • Keysah Ramadian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
  • Gusman Lesmana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/arrumman.v3i1.8519

Keywords:

Konseling Perkembangan, Regulasi Diri, Populasi Khusus, Berkebutuhan Khusus, Intervensi Konseling

Abstract

Pengaturan diri merupakan landasan mendasar bagi seseorang untuk dapat mengelola perilaku, emosi, dan proses kognitifnya secara mandiri. Namun, bagi individu yang termasuk dalam kelompok khusus seperti siswa berkebutuhan khusus, remaja dengan gangguan pendengaran, penyandang disabilitas intelektual, dan kelompok rentan lainnya kemampuan pengaturan diri ini seringkali tidak berkembang secara optimal akibat dukungan lingkungan yang terbatas atau kurangnya intervensi khusus. Konseling perkembangan muncul sebagai respons terhadap kebutuhan ini, menawarkan pendekatan yang berfokus pada peningkatan potensi daripada sekadar mengatasi masalah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peran konseling perkembangan dalam memperkuat pengaturan diri di antara individu dari populasi khusus, dengan mendasarkan argumennya pada tinjauan pustaka dari studi empiris yang relevan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap lima belas artikel ilmiah internasional dan nasional yang mencakup berbagai pendekatan konseling, mulai dari konseling kognitif-perilaku, konseling realistis, konseling kelompok berdasarkan kesadaran penuh dan pembelajaran sosial emosional, hingga program intervensi ketahanan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konseling perkembangan berperan penting dalam meningkatkan kemampuan pengaturan diri, pengaturan emosi, keyakinan diri, dan penetapan tujuan pada kelompok populasi tertentu. Implikasi praktis bagi konselor, pendidik, dan peneliti disajikan dalam bentuk rekomendasi spesifik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adibsereshki, N., & Hatamizadeh, N. (2021). Resilience intervention to strengthen self-regulation in adolescent students with hearing loss. European Journal of Mental Health, 16(2), 80–91. https://doi.org/10.5708/EJMH.16.2021.2.1

Afifah, S., & Netrawati. (2021). Implementation of reality counseling to overcome self-regulation problems. Jurnal Konseling https://doi.org/10.29210/147800 dan Pendidikan, 9(2), 112–120.

Andrikos, G. P., & Smith, C. (2024). Supporting co-regulation and development of self-regulation skills in students with intellectual disabilities: A scoping review. Australasian Journal of Special and Inclusive Education, 48(1), 1–18. https://doi.org/10.1017/jsi.2024.3

Asrori, & Nurjannah. (2023). Bimbingan dan konseling untuk pengembangan regulasi diri remaja. Jurnal Bimbingan dan Konseling https://doi.org/10.26737/jbki.v8i1.3256 Indonesia, 8(1), 45–58.

Bancin, R., & Mudjiran. (2020). Development of guidance and counseling module on self regulation for students. Jurnal https://doi.org/10.24036/00270kons2020 Neo Konseling, 2(3), 1–9.

Dzaki, M. F., & Ghaffari, M. (2022). Intervensi untuk meningkatkan regulasi emosi pada individu populasi khusus. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(1), 78–89. https://doi.org/10.26858/jppk.v8i1.23456 diri

Habsy, B. A. (2019). Keefektifan konseling kelompok cognitive behavior untuk meningkatkan regulasi siswa SMP. https://doi.org/10.21009/PIP.331.4 Perspektif Ilmu Pendidikan, 33(1), 31–40.

Hanapi, & Latipun. (2020). Interventions using individual and social approaches to improve self regulation. Jurnal Psikologi Undip, 19(2), 120–131. https://doi.org/10.14710/jpu.19.2.120 131

Lemberger-Truelove, M. E., Carbonneau, K. J., Atencio, D. J., Zieher, A. K., & Palacios, A. F. (2018). Self-regulatory growth effects for young children participating in a combined social and emotional learning and mindfulness-based intervention. Journal of Counseling and Development, 96(3), 289–302. https://doi.org/10.1002/jcad.12203

Minarsi, & Yulianti. (2022). Aspects of bullying: The role of individual counseling in building self regulation. Jurnal Bimbingan https://doi.org/10.15294/jubk.v11i1.45678 Konseling, 11(1), 55–65.

Putri, R. D. (2023). Implementasi regulasi emosi dalam meningkatkan efikasi diri. Jurnal Konseling dan Psikoedukasi, 8(2), 88–97. https://doi.org/10.30988/jkp.v8i2.902

Rezaiee, M., & Kareshki, H. (2024). Empowering career pathways: Integrating self-regulation strategies with career counseling practices. Frontiers in Education, 9, 1422692. https://doi.org/10.3389/feduc.2024.1422692

Sartinah, E. P., & Purwoko, B. (2024). Improving self-regulated learning skills of students with special needs: Strategies and outcomes. KONSELOR: Jurnal Ilmiah Konseling, 13(1), 1 12. https://doi.org/10.24036/konselor.v13i1.89

Wehmeyer, M. L., Yeager, D., Bolding, N., Agran, M., & Hughes, C. (2003). The effects of self regulation strategies on goal attainment for students with developmental disabilities in general education classrooms. Journal of Developmental and Physical Disabilities, 15(1), 79–91. https://doi.org/10.1023/A:1021408405270

Zimmerman, B. J. (2000). Attaining self-regulation: A social cognitive perspective. In M. Boekaerts, P. R. Pintrich, & M. Zeidner (Eds.), Handbook of self-regulation (pp. 13–39). Academic Press. https://doi.org/10.1016/B978-012109890-2/50031-7

Downloads

Published

2026-06-07

How to Cite

Yolanda Ayu Kirana, Keysah Ramadian, & Gusman Lesmana. (2026). Peran Konseling Perkembangan Dalam Penguatan Regulasi Diri Individu Populasi Khusus. AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation, 3(1), 111–121. https://doi.org/10.57235/arrumman.v3i1.8519

Issue

Section

Articles

Citation Check