Analisis Peran Unit Apron Movement Control (AMC) Dalam Menangani Foreign Object Debris (FOD) Guna Menjamin Keselamatan Penerbangan di Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.57235/mesir.v1i2.3123Keywords:
Peran Unit Apron Movement Control (AMC), Penanganan Foreign Object Debris (FOD), Keselamatan PenerbanganAbstract
Apron Movement Control (AMC) merupakan personel bandar udara yang memiliki lisensi untuk melaksanakan pengawasan terhadap ketertiban, keselamatan pergerakan lalu lintas di apron, penentuan parkir pesawat udara dan pengawasan kebersihan sisi udara serta pencatatan data penerbangan yang bertujuan untuk menciptakan penerbangan yang aman dan selamat dari adanya gangguan Foreign Object Debris (FOD). Penanganan FOD merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dan segera ditindak lanjuti, karena berdampak terhadap keselamatan penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran unit AMC dalam menangani FOD diwilayah airside serta untuk mengetahui kendala apa saja yang dialami oleh petugas dalam menangani FOD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, sumber data pada penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, observasi dengan 4 narasumber petugas AMC di Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta, yaitu kepada Airlines Service Supervisor, Cargo Service Supervisor, serta petugas AMC. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, Penyajian data, Kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran unit AMC dalam menangani FOD sudah cukup baik dengan dilakukannya inspeksi 2 kali dalam sehari dan melakukan tindakan langsung sesuai dengan aturan yang berlaku dalam menangani FOD, kemudian dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dialami petugas dalam menangani adanya FOD yaitu dari segi keterbatasan maupun kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM), kurangnya alat serta sarana saat melakukan proses pembersihan Foreign Object Debris (FOD) serta kurangnya kesadaran petugas dan penumpang terkait pentingnya kebersihan diwilayah airside.
Downloads
References
Airside Safety Manual Version 1.0. 2016. Pedoman Keselamatan Beroperasi Untuk Airline Operator, Ground Handling Operator, Dan Pihak Lain Yang Melakukan Kegiatan Di Wilayah Airside Bandar Udara.
Antasari,A., Lady Silk Moonlight dan Armaz Olieve. 2021. Analisis Pengawasan personil Apron Movement Control (AMC) terhadap Foreign Object Debris (FOD) di apron Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan (SNIPT). 2548-8112
Apron Movement Control Manual Version 1.0. 2016. Standar Operasional Apron Movement Control
Arikunto, S. (2017). Pengembangan Instrumen Pendidikan dan Penilaian Program. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Fajrin, Muhammad. 2020. Analisis Kinerja Apron Movement Control Terhadap Safety di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara. Skripsi. Sekolah Tinggi Teknologi Kedrigantaraan Yogyakarta
https://adisumarmo-airport.com/id#. Diakses pada 10 Desember 2023. Jam 21:00 WIB
https://dosensosiologi.com/pengertian-peran/. Diakses pada 10 Desember 2023. Jam 10:15 WIB
Keputusan Direksi PT. Angkasa Pura 1 (Persero). 2021. Tentang Standar Operasional Pelayanan Sisi Udara (Manual Of Standart Airside Operation) pada Bandar Udara yang Dikelola.
Labobar, Hilarius Leo Dicky. 2021. Peran Unit AMC Dalam Menjamin Keselamatan Operasional Sisi Udara Di Bandar Udara Wamena Papua. Skripsi. Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta
Nurfitri, Sari. 2017. Dampak Keberadaan Foreign Object Debris (FOD) di Sisi Udara Bagi Keselamatan dan Keamanan Penerbangan di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Riau. Tugas Akhir. Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta.
Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara KP 038 Tahun 2017. Tentang Apron Management Services.
Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No 77 Tahun 2015. Tentang Standarisasi dan Sertifikasi Fasilitas Bandar Udara. 22 April 2015. Jakarta
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001. Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan
Undang-Undang Republik Indonesia No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. 12 Januari 2009. Jakarta
Sugiyono, (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Methods), Bandung : Alfabeta.
Sugiyono, (2018). Metode Penelitian Manajemen. Bandung : Alfabeta.
Triana, Agus Ririn. 2020. Analisis Pengawasan Unit Apron Movement Control (AMC) Untuk Menjaga Kedisiplinan Pengguna Jasa Di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo. Skripsi. Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta
Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia 66 Tahun 2015. Tentang Kegiatan Angkutan Udara Bukan Niaga dan Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal Luar Negeri Dengan Pesawat Udara Sipil Asing ke dan Dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1 April 2015. Jakarta
Rahman, M. Arief. 2021. Peran Apron Movement Control (AMC) mengantisipasi Foreign Object Debris (FOD) di Area Parking Stand di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya. Skripsi. Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.










