Analisis Puisi "Aku" Karya Chairil Anwar Menggunakan Pendekatan Semiotik
DOI:
https://doi.org/10.57235/ijedr.v2i1.1785Keywords:
Analisis Puisi, Analisis Semiotik, Chairil Anwar, Puisi "Aku", Tanda, Simbol, Kode, Makna Denotatif, Makna KonotatifAbstract
Puisi "Aku" karya Chairil Anwar merupakan salah satu karya sastra Indonesia yang monumental namun masih memiliki banyak ruang untuk ditafsirkan maknanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menginterpretasi puisi tersebut menggunakan pendekatan semiotik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis isi. Data diperoleh dari studi pustaka terkait puisi, teori semiotik, dan sumber lain yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat berbagai tanda, simbol, dan kode dalam puisi yang dapat ditafsirkan maknanya. Melalui analisis diksi, citraan, kata konkret, bunyi, dan konteks sosial-budaya, diungkapkan pesan tentang perjuangan melawan ketidakadilan dan tekad untuk tetap berjuang mempertahankan eksistensi meski menghadapi berbagai rintangan. Secara khusus, puisi menggambarkan kondisi kegelisahan emosional sang penyair pada masa itu. Dengan demikian, penelitian ini berhasil mengangkat pemahaman baru terhadap puisi melalui analisis semiotik. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian sastra Indonesia terkait karya Chairil Anwar.
Downloads
References
Ali, M. (2013). Membaca Puisi Penyair Chairil Anwar dalam Antologi Deru Campur Debu.
Jurnal Bahasa dan Sastra, 3(1), 22-35.
Endraswara, S. (2006). Metode dan Teori Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Buana Pustaka. Hartoko, D., & Rahmanto, B. (1986). Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta: Kanisius.
Jabrohim (Ed.). (2001). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya. Keraf, G. (2004). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pradopo, R. D. (2000). Pengkajian Puisi Analisis Strata Norma dan Analisis Struktural dan Semiotik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Prihatmi, T. S. R. (1987). Chairil Anwar: Pelopor Angkatan 45 dalam Puisi Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.
Sayuti, S. A. (1985). Chairil Anwar: Pelopor Angkatan 45. Jakarta: Pustaka Jaya. Sobur, A. (2013). Semiotika Komunikasi. Bandung: Rosda.
Sumardjo, J. (1986). Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Waluyo, H. J. (1987). Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to IJEDR: Indonesian Journal Of Education And Development Research Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to IJEDR: Indonesian Journal Of Education And Development Research a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.










